Mengatasi Anak Yang Sudah Kecanduan Game Online 

hartjournals.co.uk – Di masa pandemi saat ini sekolah,kuliah dan kegiatan yang lainya dilaksanakan melalui media dan menggunakan akses internet yang di mana tugas dan kegiatan lainya dilaksanakan melalui via zoom. sebenarnya tidak ada masalah akan tetapi para orangtua ini memiliki kesulitan ketika mengajari para anaknya.

Yang dikarenakan ketika orangtua sedang mengajarkan para anak tersebut tidak fokus di dalam mata pembelajaran melainkan fokus ke game online yang dimainkan olehnya. Dengan ini para orang tua harus terus belajar lagi untuk menjadi orangtua yang lebih baik.

Dan mengawasi semua kegiatan anak yang berlangsung di dalam rumah, jika anak tidak bisa fokus di sekolah melainkan fokus di game online, itu seharusnya sudah menjadi tanda tanya yang sangat besar. Mengapa si anak ini lebih tertarik dengan game online bukan dengan sekolah.

Apa si anak ini bosan dengan metode pembelajaran yang diberikan oleh gurunya atau orang tuanya ? game online tersebut tidak salah sama sekali karena game online di ciptakan untuk bisa memberikan hiburan untuk semua orang ketika sedang stress atau ingin menghibur  diri dengan memainkan game online. 

Solusi Yang Harus Dilakukan Orang Tua Untuk Anak Yang Sudah Kecanduan Game Online

Kecanduan bermain game online pastinya orang tua sangat merasa bersalah, lelah, kesal, marah, dan kecewa dan bahan kesulitan untuk bisa menangani seorang anak tersebut  jika sudah kecanduan game online, dengan ini kami akan memberikan solusi terbaik yang akan kami berikan kepada kalian, di antaranya seperti : 

  • Pentingnya Orangtua Yang Berotoritas

Dari kelas parenting yang saya ikuti,peran otoritas orang tua ini sangat berpengaruh sekali, apalagi ketika di rumah anak dan orang tua pastinya selalu bersama sama yang dimana si anak pasti selalu mengikuti gerak gerik orang tua tersebut. Ketika para orang tua dirumah fokus dengan Handphone sudah dipastikan juga si anaknya penasaran dengan benda yang dipegang oleh orang tuanya.

Yan dimana rasa penasaran anak ini pasti tidak bisa hilang sebelum mereka merasakan hal yang ingin mereka lakukan, sepanjang anak masih di dalam rumah berarti otoritas peran orangtua terhadap anak ini sangat penting.

Otoritas yang dimaksud ini bukan sikap otoriter yang menggunakan kekerasan atau sikap yang membuat anak takut. Melainkan lebih pada pertanggungjawaban sebagai orangtua dalam memberikan pendidikan lewat cara yang baik dan benar tanpa harus mengeluarkan kata kata yang kasar. 

  • Diskusi Dan Pengertiannya 

Diskusi dan memberikan pengertian yang sangat besar terhadap anak itu menjadi point utama untuk para anak bisa mengelola semua hal, karena jika tidak ada diskusi dan pengerti sudah dipastikan si anak ini butuh sekali di dengar untuk semua hal. Karena sama siapa lagi anak ingin berdiskusi jika bukan dengan orang tuanya.

Tindakan yang dilakukan oleh orang tua yang  berotoritas waktu itu adalah memanggilnya dan duduk bersama dan menceritakan semua hal apa yang ingin ditanyakan si anak tersebut kepada orang tuanya . 

Diskusi yang sebenarnya yang harus dilakukan orang tua ialah memberikan penjelasan semua hal kepada sang anak dengan pelan dan sabar, karena jika para orang tua menjelaskan tetapi anak tidak paham penjelasan yang diberikan oleh orang tua tersebut sangat sia sia. 

Contohnya seperti ini : Orang tua katakan, “Mama ingin kamu berhenti main game online.” dan ketika kalian memberi larangan di saat itu juga kalian harus memberikan jawabanya juga agar si anak tidak bingung kenapa dilarang tetapi tidak ada alasan yang jelas.

  • Memberikan Aktivitas Yang Baru 

Langkah selanjutnya adalah memberikan kegiatan yang menarik untuk dilakukan, bisa dengan mengubah cara metode pembelajaran dengan mengaitkan game online agar balance atau juga bisa menggantinya dengan melakukan liburan agar si anak bisa melihat hal hal yang baru. 

  • Konsisten Dan Komitmen Orang  Tua

Membahas mengenai kecanduan dalam bermain game online itu tidak mudah, orang dewasa kecanduan dalam media sosial saja kadang susah sekali untuk berhenti apalagi anak anak yang istilahnya masih dalam proses penyesuaian dalam semua hal. 

Akan tetapi jika para orangtua konsisten dan komitmen untuk bisa selalu mendampingi sang anak dalam hal apapun, saya rasa anak tersebut akan merasa diperhatikan dan akan mengalihkan pandangannya dari game online dan lebih banyak bicara dengan orang tua tersebut.